Jakarta, 12 Februari 2026 — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Perumda Pembangunan Sarana Jaya melaksanakan Launching Program Ngabuburit di Novotel Jakarta Cikini yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pelestarian Kebudayaan Betawi. Kegiatan ini diselenggarakan di Novotel Jakarta Cikini sebagai bagian dari implementasi kebijakan pelestarian budaya melalui pemanfaatan aset milik daerah.
Penandatanganan PKS Pelestarian Kebudayaan Betawi tersebut merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. PKS ini menjadi dasar operasional pelestarian Budaya Betawi di lingkungan unit usaha perhotelan yang dikelola oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya.
Acara ini turut dihadiri oleh Jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: Mochamad Miftahulloh Tamary selaku Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Siti Hannah selaku Asisten Deputi Bidang Kebudayaan DKI Jakarta, Hendro & Dimas selaku Tenaga Ahli Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Memi Mundari Pernithasari selaku Kepala Bidang Usaha Properti, Transportasi, dan Keuangan BPBUMD DKI Jakarta, Imron Hasbullah selaku Sekjen Lembaga Kebudayaan Betawi, dan pejabat Administrasi Kota Jakarta Pusat.
Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Bernard Yohanes, menyampaikan bahwa PKS ini menegaskan peran BUMD sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengimplementasikan kebijakan pelestarian budaya.
“PKS Pelestarian Kebudayaan Betawi ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam menyongsong 5 abad Kota Jakarta, Sarana Jaya berkomitmen menghadirkan pelestarian Budaya Betawi secara nyata melalui pengelolaan aset daerah, khususnya di sektor perhotelan,” ujar Bernard.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, menegaskan bahwa PKS ini memiliki arti strategis dalam penguatan implementasi kebijakan pelestarian budaya daerah.
“Perjanjian Kerja Sama ini merupakan PKS pertama yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2026 dan menjadi langkah awal implementasi pelestarian Budaya Betawi secara operasional, sejalan dengan momentum perjalanan menuju 5 abad Kota Jakarta. Dinas Kebudayaan berperan sebagai pembina substansi budaya untuk memastikan penerapan nilai-nilai Kebudayaan Betawi tetap sesuai dengan kaidah, konteks, dan karakter budaya Betawi,” ujar Mochamad Miftahulloh Tamary.
Implementasi kerja sama tersebut dilaksanakan pada Novotel Jakarta Cikini, Hotel Mercure Jakarta Cikini, dan Veranda Hotels, yang diposisikan sebagai ruang publik strategis tidak hanya sebagai entitas usaha, tetapi juga sebagai media edukasi budaya, kuliner, serta narasi sejarah Jakarta. Selain itu, hotel mitra strategis Sarana Jaya, yaitu Mercure Jakarta Cikini dan Veranda Hotels Pakubuwono, juga diimbau untuk turut mengimplementasikan nilai-nilai Kebudayaan Betawi melalui berbagai program dan penyesuaian menu sebagai dukungan terhadap realisasi PKS ini.
Secara khusus di Novotel Jakarta Cikini, implementasi pelestarian Budaya Betawi dilakukan secara konsisten melalui berbagai aktivasi, antara lain showcasing UMKM Booth Batik Punta, penyajian menu kuliner berciri heritage Betawi, serta penguatan narasi budaya dalam pengalaman tamu. Novotel Jakarta Cikini juga memiliki Program Heritage Walk yang mengajak pengunjung untuk mengenal situs dan lokasi bernilai sejarah di kawasan Menteng dan Cikini.
Sejalan dengan pelaksanaan PKS tersebut, Program Ngabuburit Ramadan di Cikini dirancang sebagai program publik yang dapat dinikmati oleh masyarakat sejak hari pertama Ramadan, yang diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026. Program ini terbuka bagi khalayak umum dan diharapkan menjadi ruang interaksi antara masyarakat, budaya, dan pemanfaatan aset milik daerah dalam suasana Ramadan.
Program Ngabuburit di Novotel Jakarta Cikini merupakan promosi buka puasa Ramadan yang terinspirasi makanan yang melegenda di area Cikini, Menteng. Sudah sejak lama area Cikini ini dikenal sebagai area wisata kuliner seperti; Bubur Cikini, Siomay Kereta, Soto Betawi, Mie Ayam, dan sebagainya. Novotel Jakarta Cikini menghadirkan beberapa menu legendaris Cikini, di dalam sajian prasmanan all-you-can eat dengan harga hanya Rp 388,000 nett/orang di Restoran Food Exhange.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya berharap pelestarian Budaya Betawi dapat terus dikembangkan secara adaptif dan berkelanjutan, serta menjadi contoh aktivasi kebijakan budaya yang dapat direplikasi pada aset dan kawasan lainnya di Jakarta.
Tentang PKS Pelestarian Budaya Betawi
Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pelestarian Budaya Betawi merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya. PKS ini mengatur implementasi pelestarian Budaya Betawi pada unit usaha perhotelan yang dikelola oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya, yaitu Hotel Veranda, Hotel Mercure Jakarta Cikini, dan Novotel Jakarta Cikini.
Ruang lingkup pelestarian meliputi penerapan unsur Budaya Betawi secara terkurasi melalui elemen visual, ornamen, aktivitas budaya, serta narasi budaya yang relevan dengan karakter masing-masing hotel. Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta berperan
sebagai pembina substansi budaya, sementara Perumda Pembangunan Sarana Jaya bertanggung jawab atas implementasi di lingkungan operasional perhotelan.
PKS ini diharapkan menjadi model kolaborasi pelestarian budaya yang berkelanjutan melalui pemanfaatan aset milik daerah sebagai ruang publik yang hidup, inklusif, dan berkarakter Jakarta.